Cara Belajar Abad 21 (panduan)

Dalam artikel saya sebelumnya, saya telah mengulas 10 perbedaan proses belajar Abad 20 dan Abad 21, yang mau tidak mau, suka tidak suka, mulai merasuki kehidupan kita. Siapa yang tidak mampu beradaptasi dengan kenyataan itu pada akhirnya akan tergerus zaman. Ia tidak akan mampu bersaing dan segera jadi sejarah.

Memang benar bahwa institusi pendidikan kita saat ini masih belum mampu mengadopsi proses belajar Abad 21, tapi bukan berarti kita secara individu tidak bisa melakukannya. Dibawah ini saya uraikan formula 3 langkah agar Anda bisa segera melompati kurva pembelajaran di Abad 21 ini.

1.    Mulailah sebuah projek (start a project).

Jangan belajar dengan niat sekedar mau belajar. Kenapa? Karena Anda akan mudah kehilangan fokus. Lautan informasi di internet akan membuat Anda asyik tersesat mempelajari semua hal walau itu tidak Anda perlukan. Information overload terjadi. Anda tahu banyak tapi tidak punya kemampuan apa-apa.

Jadi mulai sekarang, setiap Anda ingin serius mempelajari sesuatu, jadikan objek pembelajaran Anda itu sebagai sebuah projek. Lengkap dengan deadlinenya, standar hasil akhir yang diharapkan, serta keterampilan apa yang diperlukan.

Projek menghasilkan fokus. Anda jadi tahu kepada siapa Anda harus berguru. Apa yang perlu dipelajari dan apa yang tidak. Pertanyaan spesifik apa yang Anda akan tanyakan. Apa keyword yang akan digunakan untuk mencari informasinya di internet. Projek juga memberikan konteks pembelajaran, serta dorongan yang kuat dan konkrit untuk Anda segera menguasai keterampilan yang diperlukan.

2.    Gunakan sumberdaya dan alat bantu online (use Online Tools & Resources).

Semua informasi yang Anda butuhkan ada di internet, jadi agar proses belajarnya lebih efektif dan efisien, maka pastikan Anda tahu cara menggunakan alat bantu (tools) untuk mencari dan mengolah kumpulan informasi itu. Lakukan 3 hal ini:

Pertama, kumpulkan informasi yang valid dan relevan. Gunakan tools populer di internet seperti Google (umum), YouTube (audio visual), Wikipedia (referensi akademik), eHow atau WikiHow (Q&A), juga Twitter. Jika Anda rajin, maka Anda akan memiliki tumpukan informasi yang sangat banyak.

Maka lakukan yang kedua, yaitu kelola tumpukan informasi itu menjadi pengetahuan yang bermakna. Gunakan tool seperti Evernote yang bisa membantu Anda mengklasifikasi informasi serta memberi tag khusus untuk memudahkan pecarian di kemudian hari. Tool ini juga digunakan untuk membuat catatan-catatan (baik audio, gambar, maupun tulisan) tentang ide atau pikiran yang melintas selama proses belajar Anda. Jika Anda sedikit lebih adventurous, silakan gunakan Pinterest, sebuah layanan kliping di web yang memungkinkan Anda men-share kliping Anda untuk dilihat dan dikomentari semua orang, disana Anda juga bisa melihat hasil kliping orang lain.

Setelah informasi berubah jadi pengetahuan, maka saatnya lakukan yang ketiga, yaitu tuliskan. Dengan menuliskannya, maka pengetahuan itu akan menjadi milik Anda. Dan Anda akan selalu menguasai dan mengingat apa yang menjadi milik Anda.

3.  Bagi pengetahuan Anda dan kolaborasikan (Share & Collaborate).

Pengetahuan baru atau insights yang telah Anda tuliskan harus Anda share (bagi) dengan sebanyak mungkin orang, jangan simpan sendiri. Jika Anda memiliki blog, maka share di blog Anda. Jika tidak, gunakan Facebook Page, atau jika tidak terbiasa menulis panjang, Anda bisa jadikan rangkaian kultwit di Twitter. Undang sebanyak mungkin orang untuk membacanya.

Apa yang akan terjadi? Orang-orang akan mengomentari tulisan Anda, Sebagian setuju, sebagian mungkin tidak, sebagian lagi menambahkan. Apapun bentuknya, pengetahuan Anda akan meningkat, Anda jadi mampu melihat satu isu (ilmu) dari banyak sudut pandang. Anda tidak hanya jadi orang pintar, Anda juga jadi lebih bijak.

Setelah itu, dongkrak pengetahuan Anda lebih tinggi lagi dengan berkolaborasi bersama orang lain yang punya minat yang sama. Ikuti forum diskusi di internet yang membahas topik yang sedang Anda pelajari. Ajukan topik masalah menarik untuk dibahas bersama-sama. Pengetahuan dan wawasan Anda semakin luas. Semakin banyak gagasan yang Anda lontarkan, semakin banyak ilmu yang Anda peroleh.

Inilah formula 3 langkah untuk belajar di Abad 21 ini. Jika Anda serius dan konsisten melakukannya, maka tidak akan lama sebelum Anda akhirnya diberikan gelar sebagai seorang expert, dan perlahan tapi pasti, orang-orang akan berbondong-bondong datang untuk belajar pada Anda.

Terlalu hebat untuk dipercaya? Silakan buktikan sendiri!

2 Responses to “Cara Belajar Abad 21 (panduan)”
  1. Ahmad Shofian Khoirusmadi (@shofiankho)

    Luar biasa coach!!
    Langkah pertama yang coach utarakan menyadarkan saya..
    pantas saja selama ini saya baca2 informasi melalui internet tapi tetap kosong..
    Ternyata itu rahasianya..
    terima kasih coach Indra! =)

  2. Fatik

    Bagus sekali….
    Begitu penting ternyata goal setting…
    Menjadi mengarah ke mana kita melangkah.

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*