Namanya orang hidup pasti ada masalah. Betul nggak? Masalah baru akan hilang kalau kita sudah ditanam di dalam tanah. Dulu waktu belum nikah, masalah. Ortu bawelnya setengah mati. Begitu nikah, masalah. Tinggal dimana ya? Begitu sudah settle, masalah. Kapan punya momongan? Begitu punya anak, masalah. Siapa yang bisa bantu ngurusin mereka?

Begitulah hidup ini. Jadi, karena masalah akan selalu menemani perjalanan hidup kita, maka jangan musuhi. Nanti kita bete sendiri. Lha terus gimana dong? Ya jadikan sahabat aja. Tapi ingat, sahabat itu bisa membesarkanmu, bisa juga menghancurkanmu.

Maka bersyukurlah ketika kamu masih mampu melihat masalah. Karena dari situ kamu akan belajar dan dapatkan solusinya. Banyak orang jalani hidup dan pekerjaannya tidak sadar kalau punya masalah, akhirnya terjebak pada spiral kehancuran.

Ketika kamu memusuhi masalah, maka ia akan jadi momok. Kamu akan menjauhinya. Lari darinya. Padahal kemanapun kamu pergi masalah akan selalu mengikuti. Seperti gumpalan salju yang semakin lama semakin besar kemudian menelanmu hidup-hidup.

Maka jangan musuhi masalah. Jadikan ia sahabatmu. Hadapi. Telan semua rasa pahitnya. Dan jangan muntahkan. Masalahmu akan membuatmu tumbuh. Lebih cerdas. Lebih bijak. Lebih besar dan kuat.

Ketika kau dizolimi. Hadapi. Jangan muntahkan. Kuatkan hati. Kau akan tumbuh lebih besar dari orang yang menzolimimu. Ketika usahamu bangkrut. Terima. Jangan salahkan orang lain atau keadaan. Ambil pelajaran. Kamu akan jadi pengusaha hebat nantinya. Ketika kamu dikhianati. Maafkan dia. Ambil hikmahnya. Kamu akan jadi sahabat sejati dengan jutaan teman yang setia.

Ingat, hadapi dan selesaikan ketika masalahmu masih kecil, jangan tunggu ia membesar hingga terlalu berat untuk dihadapi. Tahukah kamu, orang-orang besar justru pergi mencari masalah, karena mereka tahu itulah jalan untuk membuat mereka lebih hebat.

Sahabat saya cari masalah dengan mengajukan diri memimpin proyek besar di kantornya padahal belum punya pengalaman. Insentif finansial tidak ada. Pikiran, perasaan, tenaga diperas habis tiap harinya. Dia cari masalah, dan dia dapatkan ilmu dan pengakuan. Sahabat saya resign dan buka usaha sendiri. Dapur berhenti mengepul. Dia cari masalah, dan dia dapatkan rezeki dari passionnya.

Saya pernah katakan bahwa masalah adalah syarat hadirnya inovasi. Karena masalah membuatmu berfikir kreatif mencari solusi. Bagaimana kamu melihat masalah disekitarmu adalah awal kamu menjadi seorang inovator sejati.

Jadi mulai saat ini, jangan musuhi masalah. Sambutlah ia sebagai sahabatmu. Dan bersyukurlah, karena ia membuatmu tumbuh.

Leave a comment